Pemain Asing Carlos Fortes

Pemain Asing Carlos Fortes

Arema Malang – Mengulas Lini Depan Arema menjadi salah satunya bidang paling kuat Arema FC musim 2021. Bagaimana tidak, ada tiga pemain lokal dengan pengalaman di Tim nasional Indonesia. Ke-3 nya ialah M. Rafli, Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan.

Disamping itu, ada satu penyerang asing asal Portugal yang baru dihadirkan. Figur itu yaitu Carlos Fortes. Permainan Carlos Fortes tidak dapat dijumpai. Karena baru tahun inilah meniti karier di Indonesia.

Tetapi, bentuknya yang jangkung dan kuat kelihatan memberikan keyakinan sebagai penyerang pembunuh. Empat nama ini yang bakal jadi unggulan Singo Gila di depan. Tetapi, pelatih Arema, Eduardo Almeida kelihatannya tidak dapat turunkan mereka bertepatan pada sebuah pertandingan.

Umumnya, ia memakai 2-3 penyerang pada sebuah laga. Maknanya, harus ada yang dicadangkan nanti. Di sini kompetisi agar bisa status pokok akan berjalan ketat.

Beberapa pemain lokal pasti tidak ingin menjadi cadangan. Itu terkait dengan statusnya sebagai pemain Tim nasional Indonesia. Bila tersingkir dari tim pokok Arema, pelatih Tim nasional Indonesia Shin Tae-yong pasti berpikiran 2x untuk panggilnya kembali. Karena mereka susah diawasi bermainnya.

Pada artikel ini kali, Teman dekat Bola.com dibawa untuk menyaksikan beberapa point yang bisa saja bumbu dalam kompetisi baris depan Arema.

Carlos Fortes Punyai Peranan Berlainan

Striker 26 tahun ini akan susah diprediksikan seperti apakah style permainannya. Hingga musuh pasti akan susah menjaganya. Sepintas, Carlos Fortes mempunyai langkah bermain yang berbeda dibanding penyerang Arema yang lain.

Ia memercayakan kemampuan bentuknya untuk menangkap bola dan cetak gol. Walau di club awalnya, Vilafranquense, Liga 2 Portugal ia cuman cetak dua gol, tetapi ada kepercayaan diri dalam pikiran pelatih, Almeida bila ia penyerang berkualitas.

Faktanya, Fortes sebagai pemain pilihan pertama kali yang diberikan pelatih ke management. “Fortes ini bukanlah pemain asing pilihan ke-2 , ke-3 atau selanjutnya. Ia pilihan pertama kali yang direferensikan pelatih,” kata Presiden Arema, Gilang Widya Pramana. P

Peluang Fortes jadi pemain utama besar sekali. Ia dapat menjadi sasaran man team. Karena Arema perlu figur ujung tombak dengan kemampuan fisik yang baik seperti Fortes. Dedik, Yudo dan Rafli tidak punyai kelebihan semacam ini.

Rafli Dapat Menempati Dua Status

Di Tim nasional Indonesia, Rafli sering menjadi penyerang murni. Tetapi semenjak masuk Arema musim 2017 lalu, ia semakin banyak turun sebagai pemain tengah. Tetapi musim ini tidak tutup peluang ia jadi penyerang di Arema.

Karena Almeida tidak ingin sia-siakan naluri gol seorang Rafli yang cukup oke. Namun bila main sebagai penyerang di club, ada kekuatiran ia tidak berdaya saat dalam kawalan dari bek asing musuh. Karenanya, ada dua pilihan untuk turunkan Rafli.

Bisa jadi tandem Fortes atau bermain di second penyerang. Yang terang, Rafli dapat bermain di dua status itu. Tetapi bila Arema turun dengan 3 penyerang, mustahil ia tampil jadi striker kiri atau kanan. Karena dari sisi kecepatan, ia tidak begitu lincah.

Dedik-Yudo Susah Main Bersama

Dua striker lokal asli Malang ini sebetulnya didambakan Aremania untuk main bersama. Tetapi, di Piala Menpora 2021 lalu, kelihatan jika ke-2 nya kelihatannya kurang solid. Karena langkah permainannya hampir serupa. Mereka memercayakan kecepatan dan naluri gol.

Maka bila Dedik dan Yudo diduetkan, Mengulas Lini Depan Arema permainan terlampau liar. Mereka akan sama bergerak cari ruangan. Hingga tidak ada yang menjadi sasaranman.

Itu yang menjadi pemicu Yudo tidak dapat cetak gol di kompetisi pra-musim. Malah Dedik sukses cetak 2 gol saat pertandingan paling akhir musuh PSIS Semarang dan pada keadaan tidak bersanding dengan Yudo.

Karenanya, ke-2 nya susah bila dimainkan bersama saat skema turun dengan 2 penyerang. Tetapi ada peluang, mereka di turunkan berdua sebagai striker sayap menemani Fortes.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *